Skip ke Konten

Implementasi Odoo Mandiri vs dengan Partner: Pilih yang Paling Aman untuk Bisnis Anda

Odoo sering terlihat mudah karena modulnya lengkap dan tampilannya user-friendly. Banyak perusahaan akhirnya berpikir, “Kita implementasi sendiri aja.” Itu sah-sah saja, apalagi kalau tim internal sudah cukup kuat. Namun dalam proyek ERP, tantangan terbesar biasanya bukan di instalasi, melainkan di hal-hal yang sering tidak terlihat di awal seperti urutan tahapan implementasi, kualitas master data, dan input saldo awal accounting. Kalau tiga hal ini tidak rapi, sistem bisa jalan, tapi hasilnya tidak bisa dipakai untuk keputusan bisnis.

Di sisi lain, implementasi bersama partner cenderung lebih aman karena ada metodologi yang jelas, pengalaman menghadapi kasus-kasus umum, dan yang paling penting: ada pendampingan ketika masa transisi, saat user mulai aktif memakai Odoo dan berbagai pertanyaan/kendala bermunculan.

Implementasi Mandiri: terasa cepat di awal, tapi rawan “rework” di tengah jalan

Implementasi mandiri sering dimulai dengan semangat yaitu install, pilih modul, lalu mulai input. Masalahnya, ketika operasional harian sudah menuntut sistem segera dipakai, tim bisa terdorong untuk mempercepat dengan cara yang kurang ideal. Yang sering terjadi adalah implementasi menjadi loncat-loncat, belum beres alur kerja, konfigurasi, dan aturan approval, tapi transaksi sudah masuk. Hasilnya, data jadi tidak konsisten, user memakai cara masing-masing, dan perusahaan mulai merasakan bahwa “Odoo kok membingungkan ya” padahal akar masalahnya ada di pondasi implementasinya.

Beberapa titik rawan yang paling sering muncul pada implementasi mandiri:

  • Tahapan implementasi tidak berurutan: fokus mengejar go-live cepat, tapi pondasi seperti SOP, role/approval, dan skenario end-to-end belum matang.

  • Master data dibuat seadanya: produk, UoM, pajak, gudang/lokasi, aturan stok, hingga struktur akun disiapkan tanpa standar. Dampaknya baru terasa ketika stok tidak match, HPP tidak masuk akal, atau margin terlihat “aneh”.

  • Saldo awal accounting rawan salah: ini bukan sekadar input angka. Ada urusan cut-off, piutang/hutang per partner, persediaan per produk/lokasi, jurnal, pajak, dan konsistensi ke laporan. Kalau salah, efeknya bisa panjang, closing melambat, koreksi menumpuk, dan manajemen jadi ragu pada laporan.

  • Tidak ada tempat eskalasi saat terjadi kesalahan: ketika user salah posting transaksi atau bingung alur, penyelesaiannya jadi trial-error, membuang waktu, dan bisa berdampak ke data lain yang saling terkait.

Implementasi dengan Partner: lebih terarah, lebih cepat stabil, dan ada “pegangan” saat transisi

Partner implementasi yang berpengalaman biasanya membawa satu hal yang paling berharga: metodologi dan kebiasaan kerja yang tertib. Implementasi jadi lebih terstruktur, mulai dari pemetaan proses bisnis, penentuan scope modul, penataan master data, migrasi, UAT, training, sampai go-live. Ini membuat sistem lebih cepat stabil dan user lebih percaya diri karena cara kerja di dalam Odoo dibuat konsisten.

Yang paling terasa manfaatnya biasanya saat masa transisi setelah go-live. Ketika sistem baru mulai dipakai, hampir pasti akan muncul pertanyaan, diskusi cara paling benar, serta beberapa kesalahan transaksi yang tidak bisa dihindari. Dengan partner, perusahaan punya dukungan nyata:

  • Bisa tanya-jawab dan diskusi best practice saat user masih adaptasi

  • Dibantu troubleshooting ketika ada kasus yang kompleks antar modul

  • Dibantu koreksi transaksi jika terjadi kesalahan posting (invoice, pembayaran, jurnal, stok, dsb.) supaya dampaknya tidak merembet

  • Ada support/maintenance sehingga tim internal tidak merasa “sendirian” menjalankan ERP baru

Edaptec: Mitra Transformasi Digital Anda bersama Odoo

Edaptec hadir untuk memastikan implementasi Odoo Anda tidak hanya “go-live”, tetapi benar-benar jalan stabil dan menghasilkan data yang valid. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, pemahaman mendalam terhadap industri lokal, serta keahlian dalam modul kustom, Edaptec membantu dari hulu ke hilir, perencanaan implementasi, penataan master data, input saldo awal accounting, training user, hingga support pasca go-live selama masa transisi.

Jika Anda ingin implementasi Odoo yang rapi, minim trial-error, dan punya pendampingan ketika sistem mulai dipakai operasional, Edaptec siap membantu bisnis Anda naik kelas bersama Odoo.

di dalam Tips & Trick
Masuk untuk meninggalkan komentar